Kabupaten Trenggalek
Identifikasi peningkatan jumlah lansia dan masalah pelayanan
Survei Mawas Diri & pengembangan konsep GELAS
Pengembangan KENEK BERAKSI untuk pencegahan stunting
Fokus penemuan kasus TBC melalui AGEN KRIBO
06 Agustus 2024 • Puskesmas Trenggalek • INOVASI
Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial.
Di wilayah kerja Puskesmas Trenggalek, jumlah penduduk lansia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
06 Agustus 2024 • Puskesmas Trenggalek • INOVASI
KENEK BERAKSI merupakan keberlanjutan inovasi GELAS dengan memberdayakan lansia sebagai kakek nenek asuh guna mencegah stunting dan AKI AKB..
PPuskesmas Trenggalek pada tahun 2017 ditetapkan sebagai wilayah lokus penanganan stunting di wilayah Kabupaten Trenggalek. Prosentase Stunting di Puskesmas Trenggalek pada tahun 2017 sebesar 16,09%. Stunting itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari rendahnya berat badan Bayi, Kurangnya Kebersihan Lingkungan, tidak tercapaianya ASI Eksklusif, Kurangnya Nutrisi dimasa kehamilan maupun kurangnya konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. Berdasarkan Data Indikator Penilaian Kinerja Puskesmas Trenggalek pada Tahun 2017 didapatkan balita yang naik berat badannya (N/D) sebesar 56,01% (target:60%), ibu hamil menderita anemia sebesar 24,12% (target:kurang dari 20%) dan Konsumsi Fe sebesar 77,32% (target: 90%). Lansia seringkali menjadi Kakek atau Nenek yang tinggal serumah atau berdekatan dengan cucu (Balita) atau anaknya yang sedang hamil, sehingga kakek atau nenek tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan anak atau cucunya. Di wilayah puskesmas trenggalek pada tahun 2017 jumlah lansia adalah 5912 orang dan pralansia 6123, dari angka tersebut 9,26% bertempat tinggal satu rumah atau berdekatan dengan cucu mereka (Balita) dan 1,37% mempunyai anggota keluarga yang sedang hamil. Melihat gambaran di atas harusnya lansia (Kakek atau Nenek) mendapat wawasan kesehatan kususnya permasalahan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Agar mereka dapat membantu memantau kesehatan keluarganya dan juga dapat menjadi kakek nenek asuh yang berwawasan kesehatan untuk cucunya. Dari Peluang di atas Puskesmas Trenggalek membuat sebuah trobosan dengan membentuk Program Inovasi “KENEK BERAKSI” (Kakek Nenek Bersama Awasi Kesehatan Generasi).
20 Oktober 2025 • Puskesmas Trenggalek • INOVASI
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Berdasarkan Global TB Report tahun 2023, Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah beban kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Masalah utama dalam eliminasi TBC tahun 2030 adalah kurangnya pendanaan yang memadai dan kesenjangan informasi/edukasi public yang menghambat upaya pencegahan, deteksi dan pengobatan.
Temuan penderita TBC (detection rate) di Kabupaten Trenggalek sangat rendah yaitu 39% di tahun 2022 dan 64,9% di tahun 2023. Rendahnya temuan kasus ini, khususnya TBC paru menyebabkan tingginya potensi penularan TBC di kabupaten trenggalek. Hal ini selaras dengan isu yang ada di Puskesmas Trenggalek dimana pada Tahun 2022 capaian skrining TBC masih rendah yaitu sebesar 38,70% dan penemuan kasus TBC(+) masih belum memenuhi target yaitu sebesar 62,96%
Tantangan spesifik masalah TBC di wilayah kerja Puskesmas Trenggalek meliputi: Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC, rendahnya kesadaran masyarakat untuk periksa dahak, buruknya stigma sosial terhadap penderita TBC, budaya masyarakat ketika batuk hanya membeli obat di toko obat/apotek serta budaya masyarakat yang masih banyak mengakses layanan pengobatan tradisional ketika sakit. Menjawab masalah dan tantangan tersebut Puskesmas membentuk inovasi AGEN KRIBO (Aksi Gencar Skrining Tuberkulosa) di wilayah Kerja Puskesmas Trenggalek.
AGEN KRIBO dibentuk untuk meningkatkan edukasi, skrining, dan penemuan kasus TBC secara aktif.